" Sekarang, lihatlah di sekelilingmu, siapa lagi yang akan bersedia menerima cintamu yang serapuh itu? Kuatlah, berjuanglah. Karena, tak akan ada yang memperjuangkan cinta yang tak meyakinkan. Kau hanya akan terluka lagi, jatuh dan tersungkur lagi."
Adhit Koesmadji
Minggu, 22 Januari 2017
" Apa yang akhirnya terjadi pada sebuah cinta yang setipis lembaran kapas? Menghirup segala kebebasan, dari balik penyangga dada yang transparan.sungguh sayang sekali, kau memilih untuk menyimpan segala kegalauan, cemberut sepanjang zaman. Mengapa kau mempersulit hatimu sendiri untuk berpisah denganku ?"
" Karenanya, aku mohon sampai disini saja. Hancurkan saja semua yang telah kita bina. Sudah tiada guna, menjaga segalanya. Kau beri aku tali untuk kugantungi, tapi kau tinggal pergi, dan aku pun terjatuh lagi. Sayang, Saat rasa ini hampir bertambah kuat, kau tunjukkan banyak hal jahat. Hingga kini akupun tak kuat. Alangkah baiknya jika engkau pergi saja. Berhentilah jadi kekasihku,berhentilah melukai hatiku. "
" Rasa cinta yang ringan itu kini sudah berakhir. Tipis, setipis kulit pembungkus tubuh. Hanya berlangsung selama setahun, akan tetapi meninggalkan luka yang pedih..Pernah menggarami kehidupan hingga terasa lebih gurih, pernah pula menyiram luka hingga terasa makin perih.,Sayang sekali, Sungguh sayang sekali. Harusnya semua berjalan dengan indah, andai kau tak menunjukkan siapa dirimu, menebar ketakutan di hati, ketakutan akan kau tinggal pergi. Sayang, sungguh sayang sekali. Kau membongkar kedokmu lebih awal, hingga aku tak tahan lagi. "
Langganan:
Komentar (Atom)
